Sabtu, 10 Oktober 2009

Perlukah anak ikut les ?




Les memang banyak manfaatnya, sampai-sampai orangtua ingin mengikutkan semua les agar anaknya mampu bersaing dengan teman sebayanya. Namun benarkah demikian? 

Novi terlihat sibuk sekali, bocah berusia 6 tahun ini sudah memiliki kegiatan yang sedemikian padatnya. Sepulang sekolah, Novi harus mengikuti beragam les. Lihat saja jadwal Nofi. Hari Senin Nofi les bahasa Inggris, Selasa les piano, Rabu ikut Taekwondo, Kamis les matematika, Jum’at les melukis, dan di hari Sabtu Nofi mengikuti les renang. Untuk usianya yang masih kecil, Novi menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dan di tempat les. Waktu bebas sepenuhnya bagi Nofi adalah hari Minggu, di hari inilah dia bebas bermain tanpa ada agenda les.

Keinginan orang tua untuk menjadikan anaknya sukses di masa depan mendorong orang tua untuk memberikan fasilitas terbaik bagi anak-anaknya. Maka keputusan untuk memasukkan anak ke berbagai tempat les acapkali menjadi pilihan yang diambil orang tua. Melalui tempat-tempat les ini diharapkan segala sisi kecerdasan anak akan dapat terasah dengan maksimal sehingga anak-anak akan menjadi sosok yang multitalented (penuh dengan bakat). Anak tidak hanya akan pandai secara akademik tetapi juga memiliki fisik yang sehat dan jiwa seni yang terasah.

Agar beragam les yang dijalani anak tidak hanya sekedar keinginan orang tua, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:

Sesuaikan dengan bakat dan minat anak

Mencarikan les yang tepat untuk anak, orang tua perlu menyesuaikan dengan bakat dan minat anak.Tanyakan pada anak les apa yang diinginkannya.

Pilih tempat les yang menyenangkan
Karena anak akan belajar dalam waktu yang tidak sebentar maka orang tua perlu mencarikan tempat les yang tepat untuk anak. Anak butuh tempat les yang aman dan nyaman dan memahami dunia anak, dengan konsep melakukan pembelajaran yang menyenangkan.

Beri motivasi pada Anak

Ketika anak sudah memilih les yang diinginkan, berikan dukungan padanya. Sampaikan bahwa les ini tepat untuknya dan memberikan bekal untuk jadi orang hebat di masa yang akan datang.

Berikan waktu rehat
Ada kalanya anak mengalami kejenuhan ataupun kebosanan. Ketika masa itu tiba, tidak ada salahnya memberikan sedikit kelonggaran untuk istirahat, tidak masuk les. Tetapi motivasi tetap diberikan orang tua agar semangatnya muncul kembali.

Bantu anak merasakan manfaatnya



Anak butuh mengetahui dan merasakan manfaat dari les yang diikutinya. Jika les bisa menambah ketrampilannya, membuatnya semakin pintar (mahir) dari hari ke hari, tentu anak akan semakin semangat mengikuti les tersebut. Peran orang tua untuk membantu anak mampu melihat manfaat yang didapat dan perubahan yang terjadi pada dirinya sekecil apapun perubahan itu.

Stop..! Jika membebani anak

Bila les yang dilakukan terasa membebani anak dan tidak lagi “fun” bagi mereka, maka ada baiknya dihentikan saja. Jika segala cara yang dilakukan untuk memompa semangatnya tidak jua membangun motivasinya, dan mengikuti les justru membuat anak menjadi “stress” ada baiknya berikan penawaran ke anak apakah di mau dilanjutkan atau berhenti saja.

Sumber : anakku.net

Tidak ada komentar: