Senin, 27 April 2009

PSB. SMA DAPENA TP. 2009/2010


RENUNGAN BAGI ORANG TUA





Disampaikan oleh Bp. Nafik ( Direktur THE NAFF, A Creative & Fun School ) dalam acara Paret's day SD. Dapena Surabaya - yang didukung oleh PT. Otsuka Indonesia ( Pocari Sweat )

Tuhan Yang Maha Esa memberikan amanah bagi kita selalu orang tua berupa " Abak - Anak " yang sangat kita cintai. Sudah kewajiban bagi kita masing-masing sebagai orang tua yang diberikan amanah untuk menjaganya, membesarkannya, mendidiknya, memberikan bekal agar suatu saaat kelak anak-anak kita tersebut menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, beriman serta bertaqwa pada Tuhan YME. Harapan kita selaku oranga tua adalah mereka kelak bisa mendoakan kita serwaktu kita sudah tiada, sementara selaku penerima Amanah dari sang Pencipta kita telah menjaga dan melaksanakannya.
Namun pertanyaannya adalah :

  1. Sudahkah kita sadar bahwa anak-anak adalah Amanah yang diberikan kepada kita dari Tuhan YME?
  2. Sadarka kita bahwa Amanah itu harus dijaga dan dipertanggungjawabkan kelak ?
  3. Sadarkah kita bahwa kita memerlukan bekal kita untuk mendidik dan membesarkan mereka?
  4. Sudah cukupkah bekal kita untuk mendidik dan membesarkan mereka?
  5. Sudahkah kita memilih sekolah yang terbaik?

Seiring dengan kesibukan kita masing-2 dalam mencari dan memenuhi nafkah keluarga yang sangat kita cintai, ada sat-saat dimana kita harus berpisah jarak dan waktu dengan anak-anak kita yang sebenarnya masih sangat membutuhkan perhatian, pengertian dan didikan orang tuanya.

Maka dari itu hadirlah sebuah institusi yang disebut Sekolah yang fungsinya sesungguhnya membantu orang tua untuk memberikan perhatian, pengertian dan pendidikan bagi anak-anak, terutama pada waktu orang tua mencari nafkah dengan berbagai kesibukan kita.

Tetapi ingatlah, jangan pernah sekalipun kita lupa bahwa anak kita adalah Aset milik kita yang sangat berharga. Anak-anak kita bukan Aset sekolah. Orang tua yang mendapat Amanah dan utama dari Tuhan YME. Kita yang seharusnya menjadi Guru yang terbaik bagi mereka, sekolah adalah mitara kita dan bukan pengambil alih tanggung jawab utama dalam mendidik anak kita.

Hanya dengan perhatian, pengertian dan didikan terbaik dari orang tuanyalah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, dan bersama-sama sekolah kita sedang membangun anak-anak kita mendjadi aset yang bisa kita andalkan disuatu saat kelak didunia sewaktu saat di dunia.

Apabila sewaktu-waktu kita nerasa lelah, terganggu dan jengkel oleh ulah anak kita tetaplah ingat bahwa anak-anak kita adaah amanah yang harus kita arahkan dengan penuh kesabaran dab ilmu yang memadai. Namun karena keterbatasan kita mereka harus kita titipkan kepada lembaga yang kita sebut Sekolah. Namun tidak berarti kita menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sekolah hanyalah sebagai mitra kita untuk mendidiknya namun tanggung jawab sepenuhnya tetap melekat pada diri kita selaku orang tua.

Sesungguhnya mereka akan melakukan sama persis seperti apa yang telah diperlakukan pada mereka. Renungkanlah sekali lagi, anak-anak kita hanya satu kali proses menjadi dewasa mulai dari USIA EMAS (0-4th 50% potensi kecerdasanya telah berkembang 4-8th 80% dan 18th 100%)  masa-masa tersebut tidak pernah terulang kembali. Jangan sampai kita menyesal sesuadah semua terjadi.

Hari Kartini - PG/TK DAPENA






Peringatan Hari Kartini PG-TK. Dapena Surabaya dilaksanakan pada hari sabtu, 25 April 2009, Dengan tema " KARTINI , SEMANGATMU PENGGERAK CITA CITAKU " , untuk memeriahkan acara di laksanakan beberapa lomba ( tingkat kelompok PG-TK.A - TK.B ) antara lain, " Mewarnai " - " Syair " - " Menyanyi " - " Ketrampilan Komputer " - Busana Daerah ". Ucapan Terima kasih terhadap Komite Sekolah PG/TK serta dukungan orang tuan yang telah mendukung terselenggara acara tersebut. 

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air serta menghormati jasa para pahlawan sejak dini yaitu dengan mengenal keanekaragaman budaya yang terpancar dalam busana daerah yang digunakan oleh para siswa, guru dan sebagian orang tua, diharapka dengan diadakannya kegiatan ini siswa-siswi PG-TK Dapena sejak dini mengerti arti "Bhineka Tunggal Ika".

Kegiatan Lomba yang diadakan ditujukan agar siswa-siswi belajar dari dini untuk lebih bertanggung jawab, lebih menaruh perhatian dan lebih dapat menguasai diri dan berkompetisi sehat serta menjunjung nilai sportivitas, sejak dini siswa-siswi dipersiapkan untuk mandiri dan bertanggung jawab sehingga nantinya anak mampu berkompetisi dan berprestasi dimasa yang akan datang.

Tak lupa Bazaar sebagai salah satu fasilitas kegiatan / interaksi antar orang tua dan siswa.

Jumat, 24 April 2009

LIMA BAHASA KASIH UNTUK ANAK

Fondasi cinta yang dibangun selama beberapa tahun pertama sangat mempengaruhi kemampuan belajar seorang anak dan jadi sangat menentukan kerika ia mampu menangkap informasi baru.

Untuk membangun fondasi cinta yang kuat, oarang tua perlu mengisi tangki cinta anaknya. Hampir semua orang tua memang mencintai anaknya, tetapi perasaan cinta kasih tersebut perlu diekspresikan secara tepat. Seseorang anak merasa dicintai akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan penuh cinta kasih. Oleh karena itu orang tua perlu mengetahui bahasa kasih primer dari seorang anak , untuk mengisi tangki cintanya.

Menurut Gary Chapman & Ross Champbell, M.D dalam buku " Lima Bahasa Kasih Untuk Anak - Anak " yang ditulisnya, mengatakan ada 5 bentuk bahasa kasih anak maupun orang dewasa, yaitu :

  • Sentuhan Fisk
  • Kata - kata
  • Waktu berkualitas
  • Hadiah
  • Layanan

dari kelima bentuk bahsa kasih tersebut, orang tua perlu mengetahui bahsa kasih primer bagi anaknya, walaupun tidak menutup kemungkinan bahsa kasih lainnya juga dibutuhkan.

Ada 5 ( lima ) cara menemukan bahasa kasih primer seorang anak

  1. Amati cara anak anda mengungkapkan cintanya kepada anda
  2. Amati cara anak anda mengungkapkan cinta pada orang lain
  3. Mendengarkan permintaan yang paling sering diajukan seorang anak
  4. Perhatikan keluhan yang paling sering disampaikan.
  5. Membiarkan anak andamemilih  satu diantara dua pertanyaan , seperti : seorang ibu dapat bertanya, "sepulang mama berkerja, angel mau ditemani jalan-jalan bersama ( waktu berkualitas ) atau mau mama jahitkan baju kesayanganmu yang sobek itu ( layanan )?dlsb., dari jawaban yang diberikan, anda dapat mencatat mana yang paling diinginkan anak anda, jawaban yang paling dominan dari berbagai pilihan yang diajukan, bisa jadi merupakan bahasa kasih primer seorang anak.

Bahasa kasih primer seorang anak, tidak menutup kemungkinan berubah sesuai dengan usia, situasi dan kondisi yang dialami seorang anak dalam tumbuh kembangnya.

Semoga kilasan informasi ini dapat bermanfaat bagi para orang atua yang mengasuh anaknya. (disadur dari berbagai sumber )

 

Kamis, 23 April 2009

Tips memilih "Pre School" yang tepat bagi buah hati anda



Banyak orang tua yang bimbang dalam memilih Pre-School atau Kelompok Bermain bagi anaknya, terkadang juga bingung mulai usia berapa mengirim anaknya untuk mulai bersekolah, sebenarnya dalam era informasi ini, orang tua dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi pendidikan. Dalam hal ini hanya diperlukan niat orang tua untuk mau tahu tentang buah hati anda dan kebutuhan dasarnya serta sedikit waktu untuk mencari informasi.
4 ( empat ) pedoman pending " Tips " dalam mencari Pre-school / Kelompok Bermain
1. Cari Informasi Sekolah disekitar Anda yang memudahkan anda / sekolah untuk
berkomunikasi. ( jarak ideal 15-30 menit )
2. Kunjungi sekolah tersebut, tanpa membawa buah hati anda. Lakukan wawancara dengan
pengelola & guru pengajar, untuk mencari berbagai informasi tentang proses dan
kegitan belajar mengajar, serta lingkungan sekolah.
3. Saring dan kelompokan daftar sekolah tersebut, menjadi 2 atau 3 sekolah yang
paling sesuai dengan kebutuhan anak anda, kemudian bawa anak anda untuk melakukan
"trial" di sekolah tersebut.
4. Setelah anda mengamati, saatnya memberi kesempatan pada anak anda untuk
memberikan pendapat, mana sekolah yang sesuai dengannya.
Tentunya sebelum melangkah anda sudah melihat sejauh mana kebutuhan buah hati anda dan alasan yang tepat untuk segera mengirim buah hati anda untuk bersekolah. Sesungguhnya tidak ada patokan umur yang pasti bagi semua anak, jangan pernah mengirim buah hati anda ke sekolah hanya untuk pamer dan gengsi atas kurikulum / pendidikan tertentu ataupun karena kesibukan anda.
Kirimlah buah hati anda ke sekolah, jika memang ada sesuatu yang dibutuhkan olehnya untuk perkembangan fisik dan mentalnya, semoga "Tips sederhana" diatas dapt membantu anda dalam memilih sekolah yang tepat bagi anak anda ( disadur dari berbagai pengalaman / sumber )

Mengasuh Anak vs. Mengelola Anak

Mata rantai yang hilang dalam dunia pendidikan dan kewirausahaan di indonesia : " Pendidikan menjadi orang tua profesional "
Menjadi orang tua adalah suatu profesi yang sangat mulia, namun sebagian besar dari kita tidak mengerti harus bagaimana mempersiapkannya. Banyak diantara pasangan muda yang menikah tidak mempersiapkan diri untuk mendidik anaknya. mungkin mereka berpikir kalau mereka menikah dan punya anak maka secara alami kita pasti bida mendidiknya. tidak perlu belajar.
Kebanyakan orang atua sekarang lebioh mampu "mengelola" anaknya ketimbang "mengasuh atau mendidiknya". Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan pikiran logis. intinya tentang membantu mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan, masalahnya apakah dengan cara mengelola seperti itu layak dan cukup disebut mengasuh dan mendidik? Pengasuhan merupakan kegiatan yang kita lakukan dengan berpikiran juga berperasaan. hal tersebut termasuk meberi perhatian, semangat, pujian, menenangkan hati mereka yang gelisah, yang terpenting adalah " mengetahui siapa mereka dan membantunya menjadi seperti apa yang ada dalam dirinya bukan menjadikan seperti apa yang kita inginkan "
Analogi yang paling buruk tentang pengasuhan anak adalah : anak sebagai "kayu" atau "batu" dan orang tua sebagai "pemahatnya" .. .. anak dalam posisi pasif dan tidak berdaya sama sekali.
Analogi yang lebih baik adalah analogi "bibit tanaman" Pohon kecil yang ditanam di taman semuanya mirip. tetapi kenyataannya semua berbeda, kita tidak membentuknya melainkan merawatnya sesuai karakteristik yang ada.
Kita perlu mencari tahu pohon jenis apa. setelah itu mempelajari apa yangmereka perlukan dan menyediakan apa yang diperlukan tersebut. Mungkin pupuk yang perlu dengan pasokan air yang memadai sesuai dengan semua sifatnya agar mencapai pertumbuhan yang optimal.
Dalam hal ini mengelola dan membentuk, mengarahkan dan mengajari mendapatkan porsi. Mwengasuh dan mendidik adalah selubung yang m,elingkupi semua hal tersebut, mengasuh dan mendidik memerlukan kecakapan untuk menentukan kapan saat terbaik untuk mengelola, membbentuk dan mengarahkan serta mengajari anak, sehingga dengan begitu si anak bisa menemukan, memunculkan potensi dan karakteristik terbaik yang telah ada dalam dirinya.
Bagaimana dengan anda? apakah selama ini anda lebih banyak mengelola atau mengasuh? Selalu ada waktu untuk mengubah diri dan mempelajari banyak hal untuk membantu anaka kita mengembangkan potensi terbaik bagi dirinya ( disadur dari berbagai sumber )

Rabu, 22 April 2009




PG-TK DAPENA
Usia dini adalah “masa emas” (the golden age) yang amat menentukan masa depan seseorang lebih lanjut. Karena pada masa inilah multiple intelligence yang dimiliki setiap individu berkembang dan dikembangkan.
Pengembangan multiple intelligence, yang salah satunya dilakukan melalui pendidikan, adalah hak setiap peserta didik (anak). Kini bukan saatnya lagi pendidikan ekslusif, khususnya pada jenjang usia dini, yang cenderung diskriminatif mendapat tempat dan berkembang. Karena pendidikan yang layak bukan milik sebagian anak saja, melainkan hak setiap anak. Siapapun mereka dan dalam kondisi apapun mereka, sepanjang memungkinkan, pendidikan yang bersifat inklusif harus dilakukan dan dikembangkan untuk mereka. Setiap anak harus dilayani dan dilindungi sebagaimana mestinya sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

Selasa, 21 April 2009





PG/TK DAPENA Ikut serta di Festival Musik YMI 2009
PARTISIPASI GRUP - HOTEL SOMERSET SURABAYA 19 APRIL 2009






SEKOLAH SWASTA NASIONAL, YANG MEMPERHATIKAN TUMBUH KEMBANG SISWA SESUAI AGAMA YANG DIANUT ( BUDHA, HINDU, ISLAM, KATOLIK, KRISTEN, KONGHUCU ) MENGAJARKAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DAN SOSIALISASI BERMASYARAKAT