Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Terlalu Eksis di Facebook Bisa Picu Stres?


Memiliki teman yang banyak di Facebook tidak selamanya menguntungkan bagi si pemilik akun. Hati-hati lho… Karena sebuah studi menemukan bahwa seseorang yang populer di Facebook malah rentan merasakan stres dibanding mereka yang tidak terlalu tenar. Mengapa demikian?

Sebuah tim di Edinburgh Napier University mengumpulkan hasil survey online dari 175 pelajar mengenai perasaan mereka terkait penggunaan Facebook. Dari responden yang diteliti, tiga perempatnya adalah wanita.

Survey tersebut menghasilkan data bahwa mereka yang eksis di Facebook alias memiliki teman terbanyak dan menghabiskan waktu paling lama di Facebook, adalah mereka yang paling dekat dengan kata stres. Gambaran berikut mungkin menjelaskan alasan kenapa demikian.

Dikatakan oleh ketua tim Dr. Kathy Charles, penggunaan Facebook bagaikan saluran berita mini tentang diri penggunanya sendiri. Semakin banyak orang maka kamu semakin merasa bahwa di luar sana ada pemirsa. Kamu seolah-olah menjadi artis dan semakin besar pemirsamu maka tekanan untuk menghasilkan sesuatu tentang dirimu sendiri akan makin kuat.

Sebanyak 12% dari responden mengatakan mereka merasa gelisah. Responden-responden tersebut memiliki rata-rata 117 teman, sedang responden sisanya hanya memiliki rata-rata 75 teman. Kegelisahan juga muncul saat mereka ingin berhenti dari Facebook karena adanya ketakutan akan kehilangan informasi sosial atau takut dibilang menyinggung temannya. Seperti gambling, Facebook ‘membelenggu’ penggunanya dalam neurotic limbo, tidak tahu menahu apakah mereka berada di sana hanya sekedar untuk tidak ketinggalan sesuatu yang bagus.

Meski begitu, hasil studi di atas diragukan oleh sejumlah ahli. Eleanor Barlow, seorang pakar cyberpsychology di IBM mengatakan temuan tersebut memang menarik namun tidak seharusnya diimplikasikan ke populasi Facebook yang lebih luas. Hal ini dikarenakan para pelajar memakai Facebook dengan cara yang berbeda-beda.

Sumber: Telegraph [dew] by

Ini Dia, 5 Fakta Unik Tentang Facebook


Dengan lebih dari 600 juta pengguna aktif Facebook, banyak sekali studi yang dilakukan oleh berbagai pihak berkaitan dengan penggunaan situs jejaring populer tersebut. Studi-studi ini membuat kita mengenal lebih dalam tentang bagaimana orang ‘memperlakukan’ Facebooknya dan bagaimana ia berdampak pada hubungan yang mereka jalin di kehidupan nyata. Ini dia contohnya.. :)

1. Facebook mengkonfirmasikan bahwa konten berbau seks ‘menjual’ di Facebook. Dari bulan Februari hingga Mei 2010, ahli media sosial Dan Zarrella memproses 12.000 link yang mengarah ke situs berita dan blog. Ia ternyata menemukan bahwa link tentang seks banyak di-share di Facebook, yakni sebesar 90% dibandingkan subjek-subjek lain.

2. Mereka yang berpacaran di Facebook, lebih bahagia dibandingkan yang single. Pada bulan Februari tahun lalu, Facebook pernah membandingkan status hubungan user dengan kebahagiaan mereka, dilihat dari konten positif dan negatif di update-an Facebook mereka. Hasilnya, mereka yang sedang menjalin hubungan cinta, diketahui lebih bahagia dibanding yang single. Begitu juga dengan yang menikah atau bertunangan, terlihat lebih senang dibanding dengan yang jomblo.

3. Sebanyak 21% user putus via Facebook. Survey di bulan Juni 2010 yang meneliti sebanyak 1.000 pengguna Facebook, menemukan bahwa 25% dari mereka telah diputuskan via Facebook. 21% yang disurvey mengatakan bahwa mereka lebih senang mengakhiri hubungan asmara dengan mengubah relationship status menjadi ‘single’. Studi tersebut juga menguak fakta bahwa 9% wanitalah yang berinisiatif mengakhiri hubungan melalui Facebook, sedang pria prosentasenya lebih banyak yakni 24%.

4. Sekitar 85% wanita merasa terganggu dengan teman-teman Facebooknya. Dari gangguan yang mereka rasakan, aksi mengeluh setiap saat yang dilakukan teman-teman mereka di Facebook menjadi hal yang paling menyebalkan (63%). Facebooker lain mengatakan, berbagi sudut pandang mengenai politik juga dirasa menggangu (42%) dan membual mengenai kehidupan yang seolah-olah sempurna juga membuat mereka tidak nyaman (32%).

5. Sebanyak 48% orang mengaku terlalu sering ‘mengintip’ profile mantannya. Sebanyak 48% responden yang disurvey pada bulan Januari oleh YouTango mengaku bahwa mereka terlalu sering mengintio Facebook dan situs jejaring sosial lainnya milik si mantan. Apakah termasuk Anda?

Sumber: CNN[dew / Internet Sehat]

Kamis, 22 September 2011

Do & Don’t, Aturan Facebook-an untuk Guru

Jejaring sosial, entah itu Facebook atau Twitter dan situs-situs lain seperti YouTube atau layanan Skype sangat akrab dengan anak muda. Bagi guru hal ini bisa dimanfaatkan untuk menjalin hubungan baik dengan murid dan membantu mereka dalam mengerjakan tugas sekolah.

Akan tetapi harus diingat, tidak semua hal boleh dilakukan di Facebook. Ini untuk menghindari kejadian tidak mengenakkan dan agar hubungan guru-murid tetap terjaga. Berikut sejumlah tips yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh guru saat ber-Facebook ria.

Do:

  • Pisahkan halaman (page) Facebook pribadi Anda dengan halaman yang Anda buat sebagai seorang guru.
  • Jika murid Anda ingin berteman dengan Anda di Facebook, tempatkan di halaman guru.
  • Postinglah foto-foto tentang sekolah/pelajaran/perjalanan. Hal ini akan mengingatkan murid akan hal-hal yang terkait dengan sekolah.
  • Buat group untuk kelas yang Anda ajar. Dengan group tersebut, doronglah murid-murid untuk bertanya mengenai PR sekolah. Bantu mereka dengan mengadakan diskusi dan group wall. Identitas dan rasa memiliki sangat penting dalam proses belajar.
  • Pastikan group yang Anda buat tertutup, sehingga orang harus me-request dulu sebelum bergabung di group tersebut. Dengan langkah ini, Anda bisa memilih dengan bijak siapa-siapa saja yang boleh bergabung.
  • Bergabunglah dengan group-group lain yang terkait dengan sekolah. Hal ini bisa membuat Anda mengetahui apa yang diposting oleh para murid.
  • Postingan yang Anda buat sebaiknya bernilai positif.
  • Gunakan layanan status untuk menginformasikan para murid tentang kebijakan di sekolah.
  • Bermain game-game sederhana bersama para murid di Facebook bisa mempererat hubungan guru-murid.
  • Jika murid Anda ada yang berulang tahun, jangan segan-segan mengucapkannya di Facebook. Ini menunjukan kepedulian Anda.

Don’t:

  • Jangan ngobrol di FB chat untuk menghindari tuduhan yang tidak mengenakkan. Selain itu Anda tidak bisa menyimpan jejak chat yang Anda lakukan.
  • Jangan meng-add murid-murid Anda duluan.
  • Jangan mengirimkan pesan (message) pada mereka kecuali untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Pastikan semuanya terbuka dan bisa dibaca siapa saja. Jika mereka mengirimi Anda pesan di message, balas saja di wall.
  • Jangan melihat foto-foto murid-murid Anda kecuali profile picture. Jika Anda melihat foto yang tidak pantas dan melaporkannya maka hal ini akan merusak hubungan Anda dengan murid. Facebook bukanlah tempat untuk memonitor, dekati murid secara personal untuk memberitahukannya.
  • Jejaring sosial di sekolah bukan ajang untuk kritik. Dengan kehadiran Anda sebagai guru, usahakan untuk merepresntasikan kepemimpinan dan moral.

Sumber: Heppell [dew]