Tampilkan postingan dengan label peserta didik baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peserta didik baru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

Anak Makin Melek Internet? Berikut Panduan Wajib Dicatat!

Anak Makin Melek Internet? Berikut Panduan Wajib Dicatat!

Penggunaan internet oleh anak-anak patut mendapat bimbingan dari para orang tua untuk melindungi mereka dari konten-konten yang tidak selayaknya diakses. Bimbingan ini pun sebaiknya juga disesuaikan dengan usia mereka karena harus disadari bahwa makin bertambahnya usia, anak-anak makin melek internet. Berikut disajikan panduan yang dikeluarkan oleh The American Academy of Pediatricians (AAP) dan Microsoft untuk memudahkan orang tua mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak berdasarkan umur. Akan tetapi yang sebaiknya diingat ialah, panduan ini tidaklah harga mati di mana Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi anak Anda sendiri.

Kurang dari 10 Tahun

Lakukan pengawasan pada anak sampai mereka berusia 10 tahun. Meski Anda bisa memakai bantuan tools keamanan di internet untuk mengakses kegiatan online mereka dan terlibat dalam pemakaian internet anak-anak, namun akan lebih baik bila Anda duduk bersama mereka ketika berada di depan monitor. Berikut sejumlah tips yang bisa Anda terapkan pada buah hati yang berusia antara 2-10 tahun:
1. Ngobrol santai soal komputer pada anak-anak dan selalu siap serta terbuka pada setiap pertanyaan yang mereka ajukan, adalah langkah awal yang baik. Penuhi rasa penasaran mereka dengan diskusi sehat dan positif.
2. Ciptakan aturan pemakain internet.
3. Katakan pada mereka untuk tidak membagi informasi pribadi seperti nama asli, alamat, nomer telepon, atau password dengan orang yang mereka temui di online.
4. Jika ada situs yang menghimbau mereka agar menyetorkan nama, maka bantu anak-anak untuk menciptakan nama alias.
5. Semua anggota keluarga harus bisa menjadi panutan yang baik anak-anak yang masih baru di jagad maya.

Usia 11-14 tahun

Anak-anak yang memasuki usia ini sudah lebih mengerti internet. Namun, pengawasan dan pemonitoran harus tetap dilakukan untuk memastikan mereka tidak mengakses konten dewasa. Pastikan mereka juga benar-benar mengerti akan apa yang boleh dishare di internet dan apa yang tidak. Berikut sejumlah tips untuk Anda yang memiliki anak usia 11-14 tahun selain tips yang telah disebutkan sebelumnya:

1. Dorong anak Anda untuk bercerita jika mereka menjumpai sesuatu atau seseorang yang membuat mereka tidak nyaman atau terancam saat berada di dunia online. Tetap tenang dan puji keberanian mereka dalam mengatakan hal tersebut pada Anda. Katakan pada mereka bahwa Anda bisa diandalkan apabila terjadi sesuatu yang sama lagi.
2. Tempatkan komputer yang terkoneksi dengan internet di area terbuka untuk memudahkan pengawasan Anda.

Usia 15-18 tahun

Dalam golongan usia ini remaja hampir memiliki akses tak terbatas di internet. Mereka lebih melek tentang internet tapi tetap membutuhkan peran orang tua untuk mengingatkan mereka tentang batasan-batasan keamanan di dunia online. Berikut sejumlah tips yang sekiranya bisa dilakukan guna melindungi mereka dari bahaya internet:
1. Tetap jaga komunikasi yang terbuka dan positif pada mereka. Jangan berhenti berdiskusi mengenai teman-teman dan kegiatan online mereka.
2. Bikin aturan mengenai penggunaan internet, termasuk pembatasan jam berinternet ria, informasi yang tidak seharusnya diumbar di online, serta panduan tentang berkomunikasi dengan teman-teman online di situs jejaring.
2. Kenali situs yang sering mereka kunjungi dan siapa-siapa yang mereka ajak bicara.
3. Katakan pada mereka untuk tidak bertemu dengan orang yang mereka kenal via internet.
4. Ajarkan pada anak-anak supaya tidak mengunduh program, musik atau file lain tanpa seijin Anda.
5. Angkat topik mengenai konten dewasa serta pornografi saat sedang ngobrol dengan mereka, kemudian arahkan mereka untuk mengunjungi situs-situs kesehatan dan seksualitas.
6. Bantu mereka terhindar dari spam. Anjurkan mereka agar tidak memberikan alamat email dan merespon junk email.
7. Ajari mereka mengenai tanggung jawab, etika dan perilaku online. Tak seharusnya mereka memakai internet guna menyebarkan gosip, melakukan aksi bullying atau mengancam orang lain.
8. Jangan sampai mereka melakukan transaksi online tanpa seijin Anda, termasuk memesan, membeli atau menjual barang di online.

Sumber: Microsoft

[Internet Sehat]

Senin, 20 Juni 2011

Manfaat Smartphone? buat siswa sekolah

Pantaskah Anak Anda Memiliki Smartphone?

Apakah buah hati Anda layak mendapatkan smartphone? Sepertinya para orang tua bisa mempertimbangkan apakah si anak pantas dibelikan piranti cerdas tersebut. Dengan sejumlah keunggulan yang dimiliki smartphone, tanggung jawab yang besar menyertai para orang tua. Beberapa fasilitas di smartphone yang bisa diandalkan agar anak tetap aman dan nyaman berkutat dengan smartphone adalah sebagai berikut.

Kalender
Setiap smartphone dilengkapi kalender. Dengan kalender, si anak bisa menjadwalkan PR-nya jauh-jauh hari, pun juga untuk kegiatan usai sekolah. Selain itu orang tua juga bisa mengirimkan janji dokter pribadi atau kegiatan yang berkaitan dengan keluarga yang nantinya akan muncul di kalendernya.

Google Maps
Layanan ini tersedia di sebagian besar smartphone sehingga tak perlu terlalu khawatir anaknya tersesat. Bila anak telah mendapak ijin mengemudi, orang tua juga bisa memasukkan aplikasi navigasi yang dapat digunakan saat berkendara.

‘Asisten’ Pekerjaan Rumah
Anak bisa browsing dan mencari data yang diperlukan untuk mengerjakan tugas sekolah. Hal ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Anda juga tak perlu cemas terhadap konten yang eksplisit karena mesin pencari Google telah dilengkapi filter (penyaringan) yang bisa diatur.

Pusat hiburan
Untuk urusan entertainment, smartphone bisa diandalkan dan bisa menggeser piranti hiburan. Smartphone bisa diisi dengan musik-musik favorit, film-film kesukaan hingga TV show. Piranti cerdas ini juga mampu mengakses layanan streaming seperti Netflix untuk film dan Slacker untuk musik. Dan apabila si anak keranjingan dengan game-game di Nintendo DS, maka orang tua bisa membujuknya untuk berpindah ke smartphone yang tak kalah asyiknya.

Aplikasi pembaca e-book
Anak Anda doyan membaca? Maka manfaatkanlah aplikasi pembaca buku elektronik (e-book) yang memudahkan ia untuk membaca buku dengan cara yang seru. Orang tua pun mampu mengirimkan judul-judul baru di ponsel saat ia membutuhkan.

Namun demikian, dengan segala kelebihan-kelebihan yang dimiliki smartphone di atas, orang tua tidak boleh lepas tangan begitu saja karena tanggung jawab yang diemban juga lebih besar. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatur parental control agar anak-anak tetap aman dalam berkutat dengan smartphone.

Untuk mengatur waktu bicara, SMS dan memblokir panggilan telepon, operator biasanya memiliki parental control. Untuk hal lainnya, orang tua hanya bisa bergantung pada settingan yang ada di ponsel. Dari sekian ponsel cerdas yang ada, iPhone memiliki parental control terbaik. Anda bisa mematikan akses ke Safari, YouTube, kamera, iTunes, menginstal dan menghapus aplikasi, termasuk juga akses ke pembelian aplikasi, bermain game multiplayer dan meng-add teman di Game Center.

Pelarangan akses juga bisa dilakukan untuk musik, acara TV, film dan aplikasi yang ada ratingnya. Aplikasi seperti Safe Browser dan aplikasi lain sejenis bisa diunduh di web untuk menyaring konten-konten di dunia maya. Dan jangan cemas jika yang dimiliki ialah ponsel Android yang tidak memiliki parental control yang dibangun di sistem operasinya. Banyak sekali aplikasi di luar sana yang bisa melakukannya, bahkan ia bisa masuk ke area yang tidak dijamah iPhone. Ada Android Parental Control (gratis) yang bisa memghadang akses ke aplikasi-aplikasi lain, ada pula AppNotifier (gratis) di mana memungkinkan para orang tua mengetahui jika anaknya memasukkan aplikasi ke ponselnya. Ada pula aplikasi lain namun berbayar seperti SMS Filter serta Picture Alert.

Sumber: MSNBC